Kepolisian Republik Indonesia menggelar jumpa pers, menetapkan Ahok menjadi Tersangka.
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok resmi dijadikan tersangka kasus dugaan penistaan agama, demikian kesimpulan gelar perkara penyelidikan oleh tim penyidik kepolisiani atas kasus tersebut oleh Mabes Polri, Rabu (16/11) pagi.

Keputusan tersebut diumumkan Kepala Bareskrim Polri, Komjen Ari Dono Sukmanto dalam jumpa pers pukul 10.00 WIB di Mabes Polri di Jakarta.

"Perkara ini harus diselesaikan di peradilan yang terbuka," kata Ari Dono Sukmanto.

Kabareskrim menambahkan, "Konsekuensinya proses penyelidikan ini akan ditingkatkan pada tahap penyidikan, dengan menetapkan saudara Insinyur Basuki Tjahaja Purnama MM sebagai tersangka."

Dalam keterangannya, Ari mengakui, kesimpulan tim penyidik yang terdiri dari 27 orang penyidik, tidak mencapai kesimpulan secara bulat. Tidak bulatnya kesimpulan tersebut terjadi karena adanya perbedaan pendapat di antara mereka tentang status hukum Ahok.

Perbedaan ini juga dilatari perbedaan dari saksi ahli dari pihak pelapor dan terlapor yang diundang dalam gelar perkara, Selasa (15/11) kemarin.

"Meskipun tidak bulat, namun didominasi oleh pendapat yang menyatakan perkara ini harus diselesaikan di peradilan yang terbuka," kata Ari.

Selama proses penyidikan, polisi telah mewawancarai 29 saksi dari terlapor dan pelapor serta 39 orang ahli dari berbagai bidang yaitu antara lain ahli agama, bahasa, serta digital forensik.


Kepolisian mengimbau masyarakat menghormati proses hukum

Lebih lanjut Kapolri Tito Tito Karnavian memaparkan, sejauh ini Ahok dinilai kooperatif dalam menjalani penyelidikan di Kepolisian.

"Saat akan dipanggil, yang bersangkutan datang sendiri memberikan klarifikasi. Saat dipanggil yang bersangkutan hadir," ungkap Tito.

"Kecil kemungkinan yang bersangkutan melarikan diri. Namun untuk antisipasi, penyidik melakukan pencekalan. Kekhawatiran itu belum terlihat," Tito menjelaskan.

Tito mengimbau agar masyarakat menghormati proses hukum dan tidak mudah terpancing dengan pihak-pihak yang mendesak Ahok untuk ditahan.


Ahok berterima-kasih

Basuki Tjahaja Purnama dan Tim Kuasa Hukum memberikan keterangan pers.

"Saya berterima kasih kepada kepolisian yang memproses. Saya akan terima dan saya kira ini contoh yang baik untuk demokrasi," kata Ahok di Rumah Lembang, Jakarta, Rabu pagi ini.

Menurut Ahok, hal ini merupakan proses demokrasi yang baik. Kendati ditetapkan sebagai tersangka, Ahok mengaku tetap akan berjuang untuk mengikuti Pilkada DKI Jakarta 2017.

Bahkan, ia menargetkan menang dalam satu putaran. "Teman-teman yang dukung, tetap semangat, kita buat satu putaran untuk Ahok-Djarot," kata dia.


Ahok-Djarot tetap maju Pilkada

Atas penetapan status tersangka Ahok, Ketua KPUD DKI Jakarta, Sumarno langsung angkat bicara. Sumarno menegaskan status Ahok dalam Pilkada 2017 tidak berubah.

"Pak Ahok tetap menjadi calon, tidak mengubah statusnya. Beliau masih tetap bisa berkampanye sampai massa kampanye selesai. Mengikuti pemungutan suara sampai selesai," kata Sumarno saat ditemui sebelum acara pengukuhan relawan demokrasi Pilkada DKI di Hotel Media, Gunung Sahari, Jakarta Pusat.

Sumarno menjelaskan status Ahok sebagai calon gubernur akan berubah jika statusnya meningkat menjadi terpidana.

"Kecuali pak Ahok jadi terpidana, maka nanti bisa tidak diikutsertakan dan kita akan minta tim partai yang mengusung untuk menggantinya," katanya.

Post A Comment: