Penurunan bendera dilakukan di sela acara peletakan batu pertama proyek smelter PT Wanatiara Persada di Pulau Obi
Ternate - Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Kolonel Gig Jonais Mozes Sipasulta membenarkan adanya kabar mengenai penurunan bendera China (RRT) yang dikibarkan menyalahi aturan.

Pengibaran bendera China tersebut dinilai menyalahi aturan, karena melanggar UU No. 41/1958 tentang Lambang Negara. Kedua, bendera China tersebut dikibarkan sejajar dengan bendera kebangsaan Indonesia. Ketiga, ukuran bendera China tersebut lebih besar dibandingkan dengan Bendera Merah Putih selain itu dikibarkan di tempat umum.

Penurunan bendera dilakukan di sela acara peletakan batu pertama proyek smelter PT Wanatiara Persada di Pulau Obi, Halmahera, Maluku Utara, Jumat, 25 November 2016.

"PT Wanatiara Persada bertanggung jawab dengan meminta maaf atas pengibaran bendera RRC tersebut," kata Gig saat dihubungi Tempo, Sabtu, 26 November 2016.

Dari kabar yang tersebar secara berantai, sempat terjadi ketegangan antara warga Pulau Obi dan sejumlah karyawan smelter. Para karyawan diketahui bermaksud menurunkan sendiri bendera tersebut.

Terkait dengan hal ini, Gig mengatakan penurunan bendera dilakukan lewat kesepakatan antara pihak PT Wanatiara Persada dan aparat keamanan, yang terdiri atas anggota TNI dan Polri wilayah tersebut. "Penurunan berjalan aman."

Selain oleh karyawan PT Wanatiata Persada, kata Gig, ada pula bantuan dari Staf Intelijen Pangkalan Angkatan Laut Ternate Sersan Satu Agung Priyantoro. "Penurunannya dibantu agar bendera tidak menyentuh tanah," kata Gig.

Pengibaran bendera negara lain itu diduga menyalahi sejumlah aturan, seperti Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1958 tentang Lambang Negara. Simbol negara lain yang dikibarkan di tempat umum itu kabarnya dikibarkan sejajar dengan bendera Indonesia.

Anggota Intel Pangkalan TNI AL Ternate, Sertu Agung Priyanoro, terpaksa menurunkan bendera China yang berkibar di smelter PT Wanatiara Persada, Pulau Obi, Provinsi Maluku Utara. Penurunan bendera China pada Jumat (25/11/2016) ini berlangsung di sela peresmian smelter PT Wanatiara Persada di Pulau Obi.

Sampai di lokasi bendera China yang terpasang sedang proses diturunkan oleh Security PT Wanatiara Persada. Namun, bendera China di dermaga saat itu masih belum diturunkan. Akhirnya, Pasintel Lanal Ternate memerintahkan Sertu Agung Priyantoro untuk menuju ke dermaga dan menurunkan bendera China tersebut.

Atas insiden tersebut, PT Wanatiara Persada akan bertanggung jawab dan meminta maaf atas kejadian pengibaran bendera China tersebut.

Post A Comment: