Peneliti Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR) Afifuddin di kantor KPU, Jakarta, Jumat (25/11/2016)
Afifuddin dari Peneliti Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) mengatakan, ada perkembangan terkait akses bagi pemilih penyandang disabilitas pada Pilkada 2017 nanti.

Menurutnya, hal ini sangat membantu pemilih berstatus penyandang disabilitas.

"Misalnya KPU DKI iklan di televisi, membuat ajakan orang mendaftar, memilih itu sudah ada penerjemah bahasa isyarat. Sangat membantu teman-teman disabilitas tunarungu,"  Afifuddin menerangkan di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Pada Pilkada 2015, belum banyak akses yang diberikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) kepada pemilih disabilitas.

Saat itu, KPU sebatas melakukan sosialisasi ke daerah pemilihan.

"Iklan di televisi itu baru sekarang ada penerjemah bahasa isyarat. Termasuk huruf spanduk yang ditempel itu harus agak besar. Karena teman-teman dengan low vision itu tidak akan bisa baca," ujar dia.

Afifuddin mengatakan, KPU memberikan perhatian yang besar agar pemilu inklusif dapat tercipta.

Hal itu, di antaranya, ditunjukkan dengan mengundang pemilih disabilitas saat debat kandidat dan menggunakan penerjemah bahasa isyarat.

Selain itu, dalam pemutakhiran daftar pemilih, terdapat stiker model A.A.2.KWK yang ditempelkan di rumah pemilih.

Dalam stiker tersebut terdapat kolom jumlah penyandang disabilitas yang bertujuan untuk mengakomodasi pemilih disabilitas.

"Dulu belum ada keterangan jumlah disabilitas. Stiker itu tidak ada ketika pemilu legislatif dan pemilu presiden," ujar Afifuddin.

Ia mengusulkan agar KPU dapat mencetak visi misi calon kepala daerah menggunakan huruf braille.

Setelah dicetak dapat dibagikan ke panti khusus tunanetra. (Kompas)

Post A Comment: