Mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Mega Kuningan Timur VI, Setiabudi, Jakarta Selatan. Lokasinya berdekatan dengan rumah mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sekitar 500 mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Mega Kuningan Timur VI, Setiabudi, Jakarta Selatan. Tempat tersebut berdekatan dengan rumah mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Massa aksi yang terdiri dari mahasiswa itu diangkut 11 unit bus dan dua unit Kopaja ke lokasi demonstrasi. Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Iwan Kurniawan, membenarkan ada aksi unjuk rasa tersebut.

"Ya benar (mahasiswa berdemonstrasi). Tapi sudah dibubarkan, sekarang kondisi normal," terang Iwan, Senin (6/1).

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Purwanta menuturkan, massa yang menggelar aksi merupakan mahasiswa berjumlah sekitar 500 orang. "Mereka datang menggunakan 11 bus besar dan dua unit Kopaja," tambahnya.

Purwanta mengatakan, selain berorasi, massa juga membentangkan spanduk dan menyebarkan selembaran bertuliskan antara lain, terapkan nilai-nilai pancasila kepada pendidikan; menolak dan lawan isu SARA upaya adu domba rakyat; tolak dan lawan organisasi radikal yang anti Pancasila; NKRI harga mati; dan usut tuntas semua kasus korupsi.

Purwanta menambahkan, mahasiswa yang menamakan diri Silaturahmi Mahasiswa Indonesia (SMI) itu adalah peserta jambore Cibubur.  Mereka tidak berorasi persis di depan rumah SBY, yang merupakan pemberian Negara, namun hanya di dekatnya, persisnya di Jalan Mega Kuningan Timur VI.

"Sekitar pukul 14.45 WIB, petugas meminta massa aksi untuk bubar. Kemudian massa membubarkan diri meninggalkan Mega Kuningan, enam bus mengarah ke Semanggi dan tujuh bus mengarah ke Jakarta Pusat," tandasnya.


SBY menanggapi aksi demonstrasi

Menaggapi aksi mahasiswa tersebut, sekitar pukul 15.00 WIB, SBY memberikan tanggapan lewat akun media sosial Twitter. Terdapat lima cuitan SBY untuk menanggapi aksi unjuk rasa di dekat rumah pribadinya itu. SBY merasa rumahnya tersebut "digrudug" oleh mahasiswa.


"Saudara-saudaraku yg mencintai hukum & keadilan, saat ini rumah saya di Kuningan "digrudug" ratusan orang. Mereka berteriak-teriak. *SBY*," tulis SBY.

"Kecuali negara sudah berubah, Undang-Undang tak bolehkan unjuk rasa di rumah pribadi. Polisi juga tidak memberitahu saya. *SBY*."

"Kemarin yg saya dengar, di Kompleks Pramuka Cibubur ada provokasi & agitasi thd mahasiswa utk "Tangkap SBY". *SBY*."

"Saya bertanya kpd Bapak Presiden & Kapolri, apakah saya tidak memiliki hak utk tinggal di negeri sendiri,dgn hak asasi yg saya miliki? *SBY*."

"Saya hanya meminta keadilan. Soal keselamatan jiwa saya, sepenuhnya saya serahkan kpd Allah Swt. *SBY*," demikian cuitan Presiden Keenam.

Sementara itu Juru Bicara Bicara DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik dalam Keterangan Pers-nya menyesalkan aksi unjuk rasa ke kediaman Presiden RI ke 6 yang dilindungi UU seperti berlaku pada Presiden-Presiden RI yang lain. Rachland juga mengatakan menurut informasi yang didapatnya, pelaku demo adalah mahasiswa yang melakukan pertemuan di Cibubur dimana Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Antasari Azhar hadir memberi pengarahan.



Post A Comment: