Kremlin melalui juru bicara Dmitry Peskov membantah keterlibatan Rusia dalam kejahatan siber setelah terjadi tindakan ilegal siber yang masif itu, sebagaimana dikutip kantor berita AFP
Kantor pusat "Yahoo!" di Sunnyvale California, Amerika Serikat.

PILKITA, Moskow - Pemerintah Rusia membantah keras tuduhan Amerika Serikat terkait serangan yang meretas jutaan akun-akun Yahoo pejabat di Amerika Serikat.

Atas tuduhan tersebut, Amerika Serikat mendakwa dua agen badan intelijen Rusia (Federal'naya Sluzhba Bezopasnosti/FSB) atas serangan siber di Yahoo yang mengganggu 500 juta akun.

Kremlin melalui juru bicara Dmitry Peskov membantah keterlibatan Rusia dalam kejahatan siber setelah terjadi tindakan ilegal siber yang masif itu, sebagaimana dikutip kantor berita AFP, Kamis (16/03/2017).

Dmitry Peskov mengatakan, "Seperti yang telah kami sampaikan berulang kali, tidak perlu diragukan lagi bahwa tidak ada keterlibatan resmi dari badan Rusia, termasuk FSB, dalam tindakan ilegal di dunia siber."

Kementerian Kehakiman Amerika Serikat pada Rabu mendakwa dua agen intelijen Rusia dan dua orang peretas atas salah satu serangan siber terbesar dalam sejarah, yang dimulai pada 2014 dengan tujuan melakukan spionase dan memperoleh keuntungan finansial.

Washington untuk pertama kalinya mengajukan gugatan pidana terhadap pejabat Rusia atas pelanggaran terkait dunia siber, ini dilakukan di tengah penyelidikan terpisah terhadap dugaan campur tangan Rusia dalam pemilu Amerika Serikat.

Washington menuduh agen-agen Rusia telah mengarahkan serangan yang menyasar pejabat Amerika Serikat dan Rusia diidentifikasi bernama Dmitry Dokuchaev dan Igor Sushchin, keduanya anggota FSB, lembaga penerus KGB Rusia.

Dokuchaev adalah pejabat di Pusat Keamanan Informasi FSB, yang dikenal sebagai Center 18 yang ditugasi menyelidiki peretasan, demikian isi tuduhan Wahington terhadap Kremlin.

Sebelumnya, agen bernama Dokuchaev (33) pada tahun lalu dilaporkan telah ditangkap di Moskow oleh otoritas Rusia dengan tudingan pengkhianatan yang berkaitan dengan Amerika Serikat.

Dokuchaev dituduh mengarahkan peretasan di Yahoo bersama dengan atasannya, Sushchin (43).

Kedua pejabat itu "melindungi, mengarahkan, memfasilitasi dan membayar peretas kriminal untuk mengumpulkan informasi melalui pengacauan komputer di Amerika Serikat dan tempat lain," kata penjabat asisten jaksa agung Mary McCord kepada wartawan.

Mereka dituduh telah sengaja menyewa dua peretas, Alexsey Belan dan Karim Baratov, untuk melancarkan serangan yang berlanjut hingga akhir 2016.

Karim Baratov diidentifikasi sebagai warga Kanada-Kazakhstan berusia 22 tahun, menurut laporan sudah ditangkap pekan ini di Kanada dengan surat perintah penangkapan Amerika Serikat.

Post A Comment: