bank sentral Indonesia secara resmi telah membuka kantor perwakilan di provinsi tersebut untuk membantu menigkatakan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat di daerah
Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) di provinsi Kalimantan Utara.

Kalimantan Utara, PILKITA - Menyadari akan besarnya potensi ekonomi yang terdapat di provinsi termuda di Indonesia di Kalimantan Utara, serta tantangan yang dihadapinya terhadap inflasi, Bank Indonesia (BI), sebagai bank sentral Indonesia secara resmi telah membuka kantor perwakilan di provinsi tersebut untuk membantu menigkatakan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat di daerah.

Menurut data BI pada kuartal pertama tahun 2017, ekonomi Kalimantan Utara mengalamai pertumbuhan 6,7 persen dengan pesat, data tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan  4,27 persen yang tercatat pada kuartal keempat tahun 2016, namun juga lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi negara dan sisanya. Kalimantan pada periode yang sama.

Pendorong utama ekonomi provinsi adalah sektor pertambangan dan pertaniannya, sementara itu juga membanggakan sektor perikanannya. Sektor ini menghasilkan sekitar 40.000 ton bandeng dan 10.000 ton udang per tahun.

Orang-orang di daerah ini memiliki banyak kesempatan untuk masa depan ekonomi yang lebih baik. Namun, mereka harus mewaspadai dampak merusak yang bisa diraih inflasi, kata Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo.

Pemerintah pusat juga berencana mengubah kawasan Kalimantan Utara menjadi kawasan industri baru dalam waktu dekat,  dengan memanfaatkan potensi energi yang sangat besar, yang dari sumber tenaga air sendiri dapat menghasilkan listrik hingga 13.000 megawatt.

Kawasan Industri Tanah Kuning, yang terletak di 11.000 hektar di sepanjang jalur laut yang melayani perdagangan internasional, baru-baru ini masuk dalam daftar proyek strategis nasional pemerintah. Artinya, pemerintah akan memastikan bahwa pengembangan kawasan industri, yang merupakan rumah bagi berbagai bisnis termasuk usaha pengolahan mineral, pengolahan kelapa sawit dan perikanan, akan dipercepat hingga 2019.

Selain itu, pembangkit listrik tenaga air senilai Rp 170 triliun dengan kapasitas 9.000 megawatt direncanakan dibangun di lokasi terdekat di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, untuk memberi kuasa pada perkebunan tersebut.

"Investasi tidak akan datang dalam ratusan miliar tapi dalam triliunan [rupiah]," kata Irianto pada hari Jumat.

Dia menjelaskan, untuk pembangkit listrik tenaga air, satu megawatt saja butuh investasi sebesar US $ 3 juta. Ribuan megawatt yang direncanakan oleh provinsi ini akan menghasilkan investasi puluhan miliar dolar.

"Ini akan menjadi lebih dari 100 tahun dari anggaran daerah kita dan itu adalah satu pembangkit listrik saja - satu industri," katanya.

Gubernur menyadari, bagaimanapun, bahwa ada tantangan yang harus diatasi oleh provinsi ini agar berhasil memikat investasi. Hambatan utama yang menghambat investasi di dalam negeri, kata gubernur, adalah masalah pembebasan lahan dan akuisisi.

Dengan lahan seluas 65 persen seukuran Jawa dan populasi yang hanya sekitar 1 persen dari total populasi Jawa, Kalimantan Utara memiliki kelimpahan lahan untuk dimanfaatkan. Sekitar 7 juta hektare lahannya adalah hutan.

Gubernur mengatakan bahwa pemerintah telah berupaya mengubah beberapa hutan menjadi kawasan budidaya dan berhasil mengubah 190.000 hektar hutan menjadi kolam ikan untuk bisnis lokal.

Namun, dibutuhkan bantuan program reforma agraria pemerintah untuk membersihkan lebih banyak lahan, tidak hanya untuk memancing investor, namun juga memberi kepastian hukum terhadap lahan milik masyarakat setempat.

"Sekalipun hanya 500.000 -1 juta hektar yang dikonversi di Kalimantan Utara, maka akan memberi kesempatan bagi masyarakat untuk memiliki lahan mereka secara legal. Mereka akan merasa aman dan bisa menyebarkannya kepada anak-anak mereka, "katanya.

Gubernur percaya kerja sama dengan lembaga negara adalah kunci untuk mengembangkan ekonomi provinsi dan oleh karena itu berkenan dengan pembukaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Kalimantan Utara.

Kantor perwakilan Bank Indonesia, sebuah bangunan berlantai dua, terletak di kota Tarakan terbesar di Kalimantan Utara. Gubernur menggambarkan kantor baru tersebut, yang membutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk dibangun, sebagai konstruksi "salah satu yang paling bagus" di Kalimantan Utara.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Kalimantan Utara, Hendik Sudaryanto, yakin kehadiran kantor baru tersebut akan membantu perwakilan daerah bank sentral memainkan peran penting sebagai mitra pemerintahan daerah.

"Dengan adanya kantor baru dan semangat baru, kami optimis dapat melaksanakan tugas Bank Indonesia dengan baik dengan terus memberikan kontribusi dalam menjaga stabilitas harga dan pembangunan ekonomi di Kalimantan Utara," katanya.

"Seperti yang ditunjukkan oleh Presiden baru-baru ini di tim koordinasi tingkat provinsi (TPID) pertemuan koordinasi 2017, pertumbuhan ekonomi tinggi tidak akan berarti apa-apa jika tidak ditambah dengan inflasi yang terkendali," kata Agus saat peresmian Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Kalimantan Utara.

"Oleh karena itu, kehadiran Bank Indonesia di Kalimantan Utara merupakan realisasi komitmen kami untuk mendukung pemerintah daerah dan pemangku kepentingan di daerah untuk terus mengendalikan tingkat inflasi di Kalimantan Utara."

Bank sentral, Agus mengatakan, telah mencatat bahwa tingkat inflasi di Kalimantan Utara telah turun secara signifikan dalam waktu tiga tahun, dari 11,9 persen di tahun 2014 menjadi 4,3 persen pada tahun 2016. Meskipun demikian, meskipun tingkat inflasi provinsi ini selalu Lebih tinggi dari tingkat nasional, yang menjadi perhatian.

Diantara penyebab tingginya tarif, kata Agus, adalah daerah penghubung infrastruktur yang buruk di Kalimantan Utara. Distribusi komoditas mengandalkan transportasi laut, yang cenderung mengalami penundaan dan akibatnya menekan harga.

Untuk mengatasi berbagai faktor yang menimbulkan inflasi, seperti minimnya infrastruktur, dibutuhkan investasi yang besar. Ini adalah sesuatu yang sedang ditangani oleh pemerintah provinsi.

Menarik investasi telah menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Kalimantan Utara. Ia menyadari bahwa dengan populasi sekitar 800.000 orang, provinsi ini tidak dapat mengandalkan konsumsi untuk pertumbuhan.

Sejak pengangkatannya sebagai gubernur Kalimantan Utara pada tahun 2013, Irianto Lambrie telah menangani tujuh kesepakatan investasi baik dengan perusahaan lokal maupun asing. Perjanjian telah ditandatangani dengan PT Inalum dan PT Dragon Land - Hyundai mengenai proyek peleburan dan pelabuhan, sementara kesepakatan mengenai proyek lain seperti kilang minyak dan gas dan pembangunan jembatan masih menunggu MoU.

Lebih banyak investasi berada di jalur pipa, terutama dengan dukungan pemerintah yang lebih besar untuk pengembangan kawasan industri di Tanah Kuning.

Post A Comment: