Wakil Presiden Jusuf Kalla memberi kata sambutan pada pembukaan acara "Indonesia Development Forum" yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas bersama Australian Department of Foreign Affair and Trade, di Jakarta
Wakil Presiden Jusuf Kalla memberi kata sambutan pada pembukaan acara "Indonesia Development Forum" yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas bersama Australian Department of Foreign Affair and Trade, di Jakarta, Rabu (9/8/2017)

Jakarta, PILKITA - Pemerintah telah ditantang untuk bekerja lebih agresif dan inovatif untuk mengurangi kemiskinan dan ketidaksetaraan, yang merupakan tugas yang sulit.

Tantangannya dibuat dalam Forum Pembangunan Indonesia di Jakarta pada hari Rabu dan Kamis (9 dan 10 Agustus). Forum internasional, yang diprakarsai oleh Bappenas, berusaha menemukan solusi inovatif melalui pendapat akademis dan pengalaman empiris dari luar negeri dan di dalam negeri.

Kemiskinan dan ketidaksetaraan menjadi semakin sulit untuk ditangani. Jumlah orang miskin sejak 2014 mencapai 10,3 juta sampai 10,6 juta. Koefisien Gini, yang mengukur ketimpangan dan di Indonesia diukur berdasarkan pengeluaran, sedikit turun dari 0,414 menjadi 0,393.

Ketidaksetaraan tidak selalu berkorelasi dengan kemiskinan. Negara-negara kaya juga menghadapi masalah ketidaksetaraan, ketika 1 persen penduduk mengendalikan hampir setengah dari kekayaan nasional, seperti di negara kita. Untuk mengurangi kemiskinan dan ketidaksetaraan, dibutuhkan lebih banyak cara inovatif.

Pemerintah terus memperbaiki program untuk mengurangi kemiskinan dan ketidaksetaraan. Bantuan untuk orang miskin, misalnya, telah diubah menjadi bantuan bersyarat. Keluarga yang menerima bantuan berkewajiban untuk mengirim anak mereka ke sekolah, dan jika mereka memiliki bayi, mereka harus berpartisipasi dalam program vaksinasi dasar.

Dana desa dimaksudkan untuk mendorong ekonomi pedesaan karena kemiskinan adalah yang paling parah dan meluas di desa-desa. Pemerintah juga menyediakan pendidikan dasar dan sekolah dasar gratis dan layanan kesehatan bagi masyarakat miskin.

Bappenas telah menyiapkan program untuk mengurangi kemiskinan dan ketidaksetaraan, seperti mengurangi jumlah stunting di kalangan anak-anak akibat malnutrisi sebagai akibat kemiskinan; Menstabilkan harga pangan dan subsidi langsung; Memberikan pekerjaan melalui pelatihan keterampilan; Mengurangi ketidaksetaraan kekayaan melalui mekanisme pajak dan pinjaman; Dan memperkuat industri yang melibatkan masyarakat terutama pertanian.

Dari berbagai kasus ketidaksetaraan yang perlu diselesaikan adalah ketidaksetaraan dalam kesempatan seperti yang disampaikan oleh Prof. Martin Ravallion dari Universitas Georgetown, AS.

Memberikan kesempatan kepada orang miskin berarti sebuah program harus ditujukan pada target dengan benar. Seharusnya, antara lain, membuat pasar tenaga kerja, pembebasan tanah dan pinjaman bekerja lebih baik bagi masyarakat miskin; Memprioritaskan investasi di bidang infrastruktur di daerah miskin, terutama pertanian dan pembangunan pedesaan; Menghilangkan bias dalam kebijakan pajak, perdagangan dan belanja negara; Dan menghilangkan diskriminasi berdasarkan gender dan ras.

Sebagai resep untuk mengatasi kemiskinan dan ketidaksetaraan tersedia, implementasinya membutuhkan komitmen dari semua pemangku kepentingan, termasuk dunia bisnis dan masyarakat pada umumnya.

Post A Comment: