Partai Hanura memutuskan untuk mendukung Jokowi pada Pemilihan Presiden 2019, karena pemerintahan Jokowi terbukti berhasil dan konkret memenuhi janji-janjinya membangun Indonesia
Rapat Pimpinan Nasional Ke-1 Partai Hanura di Bali, memutuskan untuk mendukung Jokowi di Pemilu Presiden 2019.

Bali, PILKITA - Partai Hanura memutuskan untuk mendukung Jokowi pada Pemilihan Presiden 2019, karena pemerintahan Jokowi terbukti berhasil dan konkret memenuhi janji-janjinya membangun Indonesia. Hal ini diputuskan Rapimnas Hanura yang di gelar di Bali, tanggal 4 sampai 6 Agustus 2017.

Keberhasilan pemerintahan Jokowi dalam pembangunan infrastruktur dan berkontribusi pada perekonomian rakyat di sejumlah daerah merupakan satu alasan bagi Partai Hanura untuk mendukung pemilihan kembali Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tahun 2019 yang nanti akan digelar.

"Hanura mendukung pemilihan kembali dari Jokowi di 2019 bukan tanpa alasan. Jokowi telah menunjukkan hasil konkret dari pekerjaannya sebagai seorang presiden," ungkap Wakil Sekretaris Jenderal Hanura Tridianto dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Hanura di Jakarta, Jumat (4/8).

Tridianto menambahkan kinerja Presiden sejalan dengan kebijakan Partai Hanura. Tridianto mengakui bahwa dana pinjaman pemerintah itu digunakan untuk membiayai proyek infrastruktur seperti jalan tol, namun pembiayaan itu tepat sasaran.

"Kami mendukung Jokowi sebagai hasil karyanya adalah nyata. Memang pembangunannya menggunakan dana pinjaman tetapi dana telah digunakan untuk proyek-proyek infrastruktur," katanya.

"Pembangunan Jokowi sudah kelihatan di Kalimantan, Sumatera, dan Papua jadi bagus ya. Kalau dulu utang juga, tapi pembangunannya mangkrak," tambahnya.

Tridianto membandingkan pemerintahan Jokowi dengan pemerintahan sebelumnya (SBY), dan mengatakan pemerintah sebelumnya telah menggunakan dana pinjaman untuk pembiayaan proyek infrastruktur besar namun tidak kunjung selesai karena telah dikorupsi.

Banyak proyek infrastruktur di bawah pemerintahan sebelumnya seperti pusat olahraga Hambalang, dan proyek pembangkit listrik belum selesai dikerjakan karena dikorupsi.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang menegaskan posisi partai untuk mendukung pemilihan kembali dari Jokowi untuk jangka presiden berikutnya 2019-2024.

Oeman Sapta mengatakan, ke-34 DPD Partai Hanura seluruh Indonesia setuju untuk menunjuk Jokowi sebagai calon presiden 2019-2024.

Hanura yang merupakan salah satu anggota koalisi pendukung pemerintah sudah menyatakan dukungan untuk Jokowi jika presiden berusaha dipilih kembali pada 2019.

Osman mengatakan, partainya juga mendukung keputusan pemerintah yang melarang organisasi massa tidak mengakui ideologi negara Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Dari Indonesia (NKRI).

Kabar mengejutkan datang dari Ketua Perindo Hary Tanoesoedibjo di tengah panas politik saat ini. Hary Tanoe memberikan sinyal untuk mendukung Presiden Joko "Jokowi" Widodo sebagai calon presiden dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

Deklarasi dukungan tersebut akan dipresentasikan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Perindo sambil mempertimbangkan perkembangan politik menjelang Pemilu 2019.

"Untuk Pemilu Presiden 2019, melihat perkembangan saat ini, Kongres Partai mendatang akan mengusulkan Pak Jokowi sebagai calon presiden," kata Hary Tanoe di Westin Hotel di Jakarta, Selasa.

Pengamat politik dan pendiri Voxpol Pusat, Pangi Syarwi Chaniago menganggap manuver politik Partai Perindo yang menyatakan untuk mendukung Joko Widodo di 2019 pemilu, tak lepas dari kasus hukum terhadap Ketua Perindo Hary Tanoesoedibjo.

Sejauh ini, partai yang didirikan oleh Hary Tanoe, yang juga merupakan bos MNC Group, sangat kritis terhadap pemerintah. Hary Tanoe saat ini menjadi tersangka dalam kasus yang berpusat pada ancaman dugaan terhadap Kantor Pengacara Agung (Kejagung) penyidik ​​pada awal 2016.

Post A Comment: