Presiden ketiga negara itu Baharuddin Jusuf Habibie, presiden kelima Megawati Soekarnoputri dan penggantinya, Susilo Bambang Yudhoyono, mendampingi Jokowi
Dari kiri ke kanan: BJ Habibie, Iriana Joko Widodo, Joko Widodo, Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla, Mufidah Kalla, Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono (Foto: Biro Pers Setpres/Agus Suparto)

Jakarta, PILKITA - Tiga mantan presiden bersama dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia di Istana Negara, Kamis (17/8).

Presiden ketiga negara itu Baharuddin Jusuf Habibie, presiden kelima Megawati Soekarnoputri dan penggantinya, Susilo Bambang Yudhoyono, mendampingi Jokowi untuk upacara pengibaran bendera Istana untuk menandai ulang tahun ke 72 negara tersebut.

Tiga mantan pemimpin, yang mengenakan pakaian tradisional dari seluruh negeri, juga bergabung dengannya untuk makan siang.

Kejadian yang bisa dikatakan langka langka ini terjadi di Istana Merdeka di dalam rangkaian upacara HUT ke-72 RI. Dimana Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) berfoto bersama para tokoh yang pernah menjadi Presiden RI, termasuk Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Megawati Soekarnoputri.

Hadir dalam acara tersebut adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla, mantan wakil presiden Boediono dan istri presiden keempat negara tersebut, Sinta Nuriyah Abdurrahman "Gus Dur" Wahid. Gus Dur wafat pada bulan Desember 2009.

Ini adalah pertama kalinya Yudhoyono bergabung dalam perayaan di Istana Negara setelah meninggalkan negaranya pada tahun 2014. Dia memilih untuk merayakan Hari Kemerdekaan di kota asalnya Pacitan, Jawa Timur, dalam dua tahun terakhir.

Megawati, sementara itu, melewatkan acara tersebut selama masa jabatan 10 tahun Yudhoyono dan hanya tampil di Istana setelah Jokowi - yang merupakan anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), di mana dia adalah ketua - terpilih sebagai presiden Pada tahun 2014

Setelah upacara tersebut, Yudhoyono mengatakan kepada wartawan: "Saya berharap Indonesia akan tetap bersatu dan kita dapat mengembangkan bangsa ini bersama-sama. Insya Allah pada tahun 2045, negara ini bisa menjadi kuat, makmur dan adil."

Post A Comment: