Bupati Nganjuk Taufiqurrahman Terkena Operasi Tangkap Tangan KPK
Juru bicara KPK Febri Diansyah memberikan keterangan pers di Gedung KPK.

Jakarta, Pilkita.com -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan 15 orang termasuk Bupati Nganjuk Taufiqurrahman, atas tuduhan penyuapan dalam sebuah razia pada hari Rabu (25/10) di Nganjuk, Jawa Timur, dan Jakarta.

"Kami melakukan penangkapan di sebuah kabupaten di Jawa Timur. Kami menangkap beberapa orang dari sana dan beberapa lagi di Jakarta," kata juru bicara KPK Febri Diansyah.

"Kami menyita sejumlah uang, dalam rupiah, terlihat terkait dengan bupati Nganjuk," terangnya.

Badan antirasuah tersebut telah menyangkakan Taufiqurrahman melakukan penyuapan terkait lima proyek infrastruktur yang dilakukan saat dia menjadi bupati pada tahun 2009 pada bulan Desember 2016.

KPK memiliki waktu 24 jam untuk menginterogasi orang-orang tersebut dan memutuskan apakah akan mengenakan biaya atau tidak. Juru bicara tersebut tidak memberikan rincian tentang motif penyuapan atau jumlah uang yang disita dalam penggerebekan tersebut.


Operasi Tangkap Tangan KPK

Bupati Nganjuk Taufiqurrahman terkena operasi tangkap tangan KPK. Ia ditangkap karena menerima suap dan uang sebesar Rp 298 juta.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan yang bersangkutan ditangkap karena indikasi penerimaan dana untuk kenaikan pangkat. Kasus ini mirirp seperti yang dilakukan oleh Bupati Klaten Sri Hartini yang telah ditangkap KPK.

"Yang bersangkutan kita tangkap karena indikasi penerimaan dana yang seperti kenaikan pangkat,"kata Agus Raharjo saat di gedung Youth Center, Sleman, DIY, Jumat (27/10/2017).

Bupati Nganjuk menerima suap yang modusnya mirip dengan apa yang dilakukan oleh Bupati Klaten Sri Hartini. Bupati Nganjuk tersebut menerima suap seperti untuk menjadi kepala sekolah berapa biayanya. Terkait untuk kemungkinan adanya tersangka lain, Agus mengatakan tidak ada dan hanya itu.

"Menjadi kepala sekolah SD berapa, Kepala SMP berapa, Kepala SMA berapa, jadi Kasi berapa, jadi Kepala bidang berapa. Jadi kita tangkap gara-gara itu. Mirip seperti di Klaten," kata Agus Rahardjo.
Sesuai informasi yang beredar, tersangka OTT berpotensi bakal bertambah.

Setidaknya dalam kasus OTT KPK mengamankan sebanyak 20 orang rinciannya 12 orang di Jakarta dan delapan orang di Nganjuk. Satu di antara yang turut diamankan adalah Direktur RSUD Kertosono, dr Tien Farida Yani atau (TFY).

Dari pantauan di lapangan, RSUD Kertosono sekitar lima bulan lalu diresmikan pada 27 Mei 2017.
Suasana di dalam rumah sakit itu tampak lengang.

Agus menambahkan pihaknya menjamin adanya kejadian ini tidak akan mengganggu pelayanan kesehatan publik di RSUD Kertosono.

Post A Comment: