roduser film Indonesia Garin Nugroho Riyanto akan mendapat penghargaan dalam Silver Screen Awards di Marina Bay Sands Grand Theatre di Singapura
Garin Nugroho Riyanto, produser dan sutradara film Indonesia.

Jakarta, PILKITA -  Produser film Indonesia Garin Nugroho Riyanto akan mendapat penghargaan dalam Silver Screen Awards di Marina Bay Sands Grand Theatre di Singapura pada 2 Desember 2017.

Prosesi penghargaan tersebut merupakan bagian dari Festival Film Internasional Singapura.

Dalam sebuah rilis resminya, penyelenggara festival film mengatakan bahwa Garin dianggap merupakan salah satu produser film paling penting di Asia Tenggara karena kemampuannya untuk menangkap cintanya kepada Indonesia, masyarakat dan budaya Jawa melalui gaya film puitis dan reflektif yang sangat sesuai dengan khalayak.

Garin adalah lulusan sinematografi Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang karirnya telah terbukti sejak awal.

Film fiksi debutnya, "Cinta dalam Sepotong Roti", meraih Best Film Award di Festival Film Indonesia (FFI) pada tahun 1991. Film lain, "Surat untuk Bidadari", terpilih sebagai film terbaik di Taormina Film Festival dan Tokyo International Film Festival pada tahun 1994.

"Daun di Atas Bantal" juga memenangkan Special Jury Prize di Tokyo International Film Festival pada tahun 1998.

Garin, yang merupakan penerima hiasan kehormatan Prancis, juga dikenal sebagai sutradara muda terbaik di Festival Film Internasional Asia Pasifik di Seoul pada tahun 1992 dan sutradara terbaik di Pyongyang International Film Festival, sementara ia juga memenangkan Young Filmmakers Jury Award di Berlin Film Festival pada tahun 1994.

Salah satu karyanya yang terkenal adalah musik gamelan, "Opera Jawa" ("Requiem From Java"), yang ditugaskan oleh pemerintah Austria untuk memperingati 250 tahun kelahiran Mozart pada tahun 2006.

Eksplorasi musikal Jawa berlanjut di film terbarunya, "Setan Jawa". Film bisu yang dibuat pada tahun 2016 ini diputar bersamaan dengan pertunjukan gamelan live dan simfoni orkestra. Ini telah melakukan tur ke Indonesia, Singapura, Australia, Belanda dan Inggris.

Selain Garin, yang akan menerima penghargaan kehormatan, aktor Jepang Kōji Yakusho akan dipresentasikan dengan Cinema Legend Award, yang mengakui karya aktor Asia tersebut.

Terkenal karena penggambaran sensitif pria biasa, Yakusho telah membintangi 60 film, termasuk "The Eel" (1997), "Shall We Dance" (1996), "Memoirs of a Geisha" (2005), "Babel" 2006) dan "13 Assassins" (2010). Dia juga aktor termuda yang telah menerima Shiju Hosho Medal of Honor dari kaisar Jepang.

Festivalgoers dapat berharap dapat bertemu dan berinteraksi dengan Yakusho dan Nugroho di kelas master mereka di ArtScience Museum pada 2 Desember dan Museum Nasional Singapura pada 3 Desember.

Penghargaan dan masterclass tersebut merupakan bagian dari Festival Film Internasional Singapura ke-28, yang dijadwalkan berlangsung di berbagai tempat mulai 23 November hingga 3 Desember 2017. Informasi lebih lanjut tentang festival ini tersedia di situs penyelenggara festival film SGIFF.

Post A Comment: