Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M. Syarif mengungkapkan bahwa KPK telah menjaga agar komunikasi tetap intens
Komisioner KPK Laode M Syarif (kanan) memberikan keterangan pers di gedung KPK, Jakarta.

Jakarta, PILKITA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M. Syarif mengungkapkan bahwa KPK telah menjaga agar komunikasi tetap intens dan terbuka dengan Kepolisian Republik Indonesia mengenai penyidikan terhadap penyidiknya, Novel Baswedan.

"Polisi masih melakukan penyelidikan, mudah-mudahan kita bisa segera menemukan pelaku," ungkap Syarif di Jakarta, Senin (30/10).

Syarif mengatakan bahwa badan antirasuah itu sering berkomunikasi di tingkat informal dengan Kapolri, Kapolri, dan Kapolda Jakarta untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan kemajuan dalam penyelidikan.

"Kami sering mengadakan komunikasi informal dengan Kapolda, Kapolri, serta wakilnya. Menurut informasi terakhir, mereka telah menemukan beberapa petunjuk namun belum mengungkapkannya," Syarif menerangkan.

Syarif menegaskan bahwa komisi tersebut belum mempertimbangkan pembentukan tim independen untuk menyelidiki kasus tersebut.

"Ini belum menjadi pilihan, karena kami memperhatikan bahwa polisi telah melakukan pekerjaan mereka dengan baik. Mereka mengatakan ini adalah kasus yang rumit, namun kami berharap para pelaku dapat ditemukan," katanya.

Sebelumnya, pekan lalu, juru bicara KPK Febri Diansyah mencatat bahwa tim medis di Singapura telah meneliti kondisi retina dan glaukoma Baswedans pada hari Selasa.

"Kemarin, dua spesialis yang berbeda telah memeriksa retina dan glaukomanya. Kedua pemeriksaan tersebut direkomendasikan untuk menjaga kondisi retina dan sirkulasi cairan di mata bola dengan baik," Diansyah mengungkapkan.

Para dokter telah menunda tahap kedua operasi mata Baswedans selama satu sampai dua bulan.

Tahap pertama operasi mata dilakukan pada 17 Agustus di Singapura.

Pada tanggal 11 April 2017, dua pengedara motor melemparkan asam klorida ke Baswedan saat dia sedang pulang ke rumah setelah melakukan sholat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnyat.

Baswedan menderita luka serius di matanya dan telah menjalani perawatan di Singapura sejak 12 April.

Baswedan adalah salah satu penyelidik senior KPK dan telah menangani kasus korupsi terkait pengadaan kartu identitas elektronik.

Post A Comment: