Presiden Joko Widodo melantik Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta untuk periode 2017-2022, di Istana Negara, 16/10/2017.
PILKITA, Jakarta - Presiden Joko "Jokowi" Widodo melantik Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai gubernur dan wakil gubernur Jakarta untuk periode 2017-2022, dalam sebuah upacara pelantikan yang berlangsung di Istana Negara, Senin (16/10).

Anies, mantan menteri pendidikan, lahir di Kuningan, Jawa Barat, pada tahun 1969, dan dikenal luas sebagai akademisi. Sandiaga, lahir di Pekanbaru, Riau, juga pada tahun 1969, adalah seorang pengusaha terkenal.

Anies berlari dalam lomba gubernur DKI Jakarta setelah Jokowi memecatnya dari jabatan menteri pada bulan Juli tahun lalu.

Anies-Sandiaga meraih 57,96 persen suara, hampir 16 persen lebih banyak dari mantan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta - Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

Pasangan ini didukung terutama oleh Partai Gerakan Besar Indonesia (Gerindra) dan Partai Keadilan Sejahtera Islam (PKS). Partai Persatuan Indonesia (Perindo) yang dipimpin oleh Harry Tanoesudibyo - mitra bisnis Donald Trump di Indonesia - mendukung pencalonan Anies dalam pemilihan limpasan.

"Saya harap, dia [Anies] dan wakilnya [Sandiaga] akan bekerja dengan baik untuk kepentingan masyarakat Jakarta. Kami berdoa semoga berhasil, karena masalah di Jakarta sangat rumit," kata Ketua Gerindra Prabowo Subianto.

Pengamat prihatin tentang masa depan demokrasi Indonesia ketika ketegangan agama dan etnis menyumbang kemenangan Anies.

Di sela-sela acara peresmian tersebut, Ketua DPR Setya Novanto mendesak Anies dan Sandiaga untuk memperbaiki perpecahan pasca pemilihan.

"Saya mengharapkan dia memperbaiki divisi yang telah muncul," kata Novanto.

Ketua Partai Golkar mengatakan Anies juga harus melanjutkan program yang dimulai oleh Ahok, termasuk pengembangan LRT (light rail transit) dan MRT (mass rapid transit) dan pengurangan kemacetan lalu lintas.


Agenda 100 Hari Anies Baswedan-Sandiaga Uno

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno secara resmi menganggap tugas mereka sebagai gubernur dan wakil gubernur untuk lima tahun ke depan dalam sebuah upacara di Istana Kepresidenan di Jakarta Pusat, Senin (16/10).

Menurut situs web gubernur, mereka telah menyiapkan kemenangan cepat untuk 100 hari pertama mereka di kantor dalam aspek penting seperti penciptaan lapangan kerja, pendidikan berkualitas tinggi dan menurunkan biaya hidup di ibukota.

Anies dan tiga rencana utama Sandiaga untuk 100 hari pertama mereka adalah sebagai berikut:

Pertama, mereka ingin menyatukan warga Jakarta yang beragam dengan tetap berhubungan dengan mantan gubernur dan wakil gubernur; menghidupkan kembali forum lintas agama; dan mengadakan pertemuan balai kota di semua distrik ibukota.

Gubernur dan wakilnya pertama kali bertemu dengan penduduk Kampung Akuarium di Penjaringan, Jakarta Utara.

Kedua, Anies dan Sandiaga mengatakan bahwa mereka akan fokus pada penciptaan lapangan kerja melalui beberapa strategi, termasuk kewirausahaan, pendidikan dan penurunan biaya hidup.

Pasangan tersebut mengatakan bahwa mereka akan menciptakan 44 pusat kewirausahaan di seluruh kota, mengeluarkan anak usia sekolah dari latar belakang yang kurang beruntung dengan Smart Card Plus Jakarta (KJP Plus) dan juga mendistribusikan kartu ini ke anak-anak putus sekolah. Para pemimpin baru juga akan meluncurkan Kartu Makanan Jakarta (KPJ) untuk penerima berpenghasilan rendah, skema perumahan dengan bayaran nol persen dan program OK O-Trip dan OK O-Care.

Program OK O-Trip ditujukan untuk menciptakan sistem transportasi terpadu, yang mengharuskan para penumpang hanya membayar Rp 5.000 (4 sen dolar AS) per trip. Program pelayanan sosial O-Care OK dimaksudkan agar warga Jakarta tetap sehat.

Ketiga, Anies dan Sandi ingin mengurangi birokrasi di dalam pemerintahan provinsi DKI Jakarta dengan sistem pemerintahan terbuka. Pasangan ini ingin memulai dengan menghindari pengelolaan keuangan non-anggaran.

Post A Comment: