Polisi masih menjalani penyelidikan atas penyebab kematian pendiri Matahari Department Store, Hari Darmawan
Polisi melakukan olah TKP di Vila milik Hari Darmawan dekat Sungai Ciliwung.
PILKITA, Bogor - Polisi masih menjalani penyelidikan atas penyebab kematian pendiri Matahari Department Store, Hari Darmawan. Pemilik Taman Wisata Matahari Puncak ditemukan sudah tidak bernyawa di Sungai Ciliwung, Sabtu, 10 Maret 2018.

Kapolda Bogor Ajun Komisaris Senior Andi Muhammad Dicky menyatakan telah memeriksa kesebelas saksi. "Dari penyelidikan, kejadian itu karena kecelakaan," katanya, Senin 12 Maret.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa fisik korban.

"Pemeriksaan fisik tidak ada tanda kekerasan akibat orang lain, hanya luka diduga terbentur batu," kata Kapolres Bogor AKBP Andi M. Dicky.

Salah satu saksi yang diperiksa adalah sopir pribadi korban. Sopir tersebut dilaporkan menemani Hari saat beristirahat di vila pada Jumat malam, 9 Maret. Dia mengaku melihat majikannya turun ke bagian bawah vila yang langsung menuju ke tepi sungai Ciliwung. "Saksi melihat korban berjalan ke bagian bawah bangunan vila di depan Sungai Ciliwung," ungkap Andi.

Vila yang terletak di Jalan Hankam Cisarua ini diapit oleh dua sungai Kali Ciliwung. "Saat itu, saat ini cukup kuat," katanya. Berdasarkan informasi pengemudi, vila tidak bisa dijangkau dengan menggunakan kendaraan sehingga mobil itu tertinggal di vila tetangganya.

"Korban memerintahkan supirnya kembali ke atas untuk mengambil air dari mobil," kata Andi. Sopir melihat majikannya pergi ke tepi sungai. Namun, saat kembali, Hari hilang.

"Korban mungkin jatuh ke sungai," kata Andi. Mayat kemudian ditemukan keesokan paginya sekitar 100 meter dari vila, terjebak di antara bebatuan.

Berdasarkan hasil otopsi, Andi menjelaskan, memar dan banyak goresan ditemukan di tubuh. "Tapi itu diduga karena tabrakan saat dia dibawa arus," katanya. "Di saku celananya, kami menemukan uang tunai pecahan Rp 100 ribu sebanyak 40 lembar atau sebesar Rp 4 juta di saku celana sebelah kanan Hari Darmawan, tapi ponsel korban tidak ditemukan."

Andi menyimpulkan, pendiri Matahari Hari Darmawan diduga tewas dalam sebuah kecelakaan. Pria berusia 77 tahun itu dicurigai tergelincir saat ia menuruni tebing, dan dibawa oleh arus Sungai Ciliwung. "Namun, kami masih melakukan penyelidikan untuk informasi mendalam," kata Andi.

"Penyelidikan masih berjalan. Sebelas saksi sudah dimintai keterangan. Cuma kita belum memeriksa keluarga korban karena masih berduka," ucap Dicky. Jenazah Hari Darmawan sendiri kini telah diterbangkan ke rumah duka di Bali.

Post A Comment: