Candi Borobudur menggelar Sendratari Kidung Karmawibangga. Program ini diharapkan menjadi daya tarik tersendiri Candi yang merupakan tujuh keajaiban dunia itu.

Magelang, Pilkita.com - Sendratari Kidung Karmawibangga dipentaskan tiap bulannya di panggung terbuka Taman Lumbini Candi Borobudur. Demikian terang Pendiri Yayasan Brayat Penangkaran Borobudur Sucoro (13/02/2017).

Progam di Taman Wisata Candi Borobudur Magelang Jawa Tengah ini diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik dan mancanegera.

Yayasan Brayat Penangkaran bekerja sama dengan Taman Wisata Candi Borobudur dalam mementaskan sendratari ini . Peluncuran program itu telah dilakukan Sabtu (11/02/2017), dihadiri Kepala Unit TWCB Chrisna Murti Adiningrum, Kepala Balai Konservasi Borobudur Marsis Sutopo, dan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Magelang Iwan Setyarso.

Wisatawan yang hadir pada peluncuran perdana itu menyaksikan pementasan sendratari yang dimainkan sekitar 120 penari dan penabuh gamelan itu. Acara ini menarik perhatian dan minat wisatawan nusantara maupun mancanegara yang baru saja masuk kompleks percandian.

Para penyuguh sendratari itu umumnya seniman petani berasal dari gabungan sejumlah kelompok kesenian rakyat dari desa-desa di Kabupaten Magelang dan daerah sekitarnya.

Hingga saat ini, ujar Sucoro, delapan grup kesenian rakyat telah menyiapkan diri mementaskan sendratari dengan lakon yang mengambil inspirasi dari relief Karmawibangga di Candi Borobudur itu. Kelompok-kelompok itu berasal dari sejumlah desa di Kabupaten Magelang, Wonosobo, Temanggung, dan Boyolali. Mereka tampil bergiliran memeriahkan suasana di Candi yang merupakan tujuh keajaiban dunia itu.

Sucoro menyebut sejumlah kelompok itu berbasis kesenian rakyat, seperti soreng, kuda lumping, jatilan, lengger, topeng ireng, tuyulan dan badutan. Anggota mereka beragam, meliputi laki-laki, perempuan, orang tua, pemuda, pemudi, dan anak-anak.

Sucoro menyebut ktiga lakon epos sendratari Kidung Karmawibangga yang telah mereka ciptakan, adalah "Prahara Bumi Shambarabudara", "Kisah Asmara di Bukit Karmawibangga", dan "Pangeran Bajang".

Pesan yang terkandung dalam lakon sendratari tersebut mengandung makna yang penting bagi kehidupan manusia, seperti makna yang terdapat pada relief Karmawibangga di dinding lantai dasar Candi Borobudur.

Post A Comment: