Saat pameran bertajuk Frankfurt Book Fair 2015 itu Anies menjabat sebagai Mendikbud
Febri Diansayah (Kabiro KPK) memberikan keterangan pers di Gedung KPK Jakarta.

PILKITA, Jakarta - Anies Baswedan dilaporkan oleh Andar Mangatas Situmorang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan penyimpanan penggunaan dana di pameran buku Frankfurt pada tahun 2015.

Pada saat pameran bertajuk "Frankfurt Book Fair 2015" itu Anies sedang menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Dalam laporan yang dibuat tertanggal 9 Maret 2017 itu, Andar menduga Anies dengan sengaja menyalahgunakan kewenangannya sebagai Mendikbud dalam penyelengarakan pameran berlangsung selama 3 hari di Jerman itu.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan akan melakukan penelusuran untuk membuktikan dugaan korupsi yang dilaporkan oleh Andar terhadap calon gubernur DKI Jakarta itu.

Febri mengatakan, "Yang bisa kita informasi, memang benar ada pelaporan dan seperti semua laporan atau pengaduan yang masuk, akan kami telaah. Akan kita lihat apakah ada indikasi korupsi atau tidak."

Selain terkait dengan korupsi, dalam laporan ke KPK tersebut, Andar menuding Anies dengan sengaja menyusupkan pameran buku soal pemberantasan PKI. Hal itu dilakukan bersamaan saat Kemendikbud mempromosikan buku 'Laskar Pelangi' karya Andrea Hirata.

Andar mengatakan, "Anies dengan sesukanya merekrut budayawan Goenawan Mohamad menjadi ketua komite pelaksana dalam kegiatan tersebut. Kemendikbud diminta untuk memperkenalkan budaya Indonesia di dunia internasional, yakni pameran kebudayaan dan buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, namun justru disusupi pameran buku Amba dan Pulang, yang diketahui buku ini tidak populer membahas tentang pembasmian PKI 1965."


Anies: laporan korupsi itu sebagai 'lucu-lucuan' jelang Pilkada


Anies Baswedan memberikan keterangan pers, usai menunaikan shalat Jumat di Masjid Al-Mughni Jakarta.

Anies menerangkan kepada wartawan bahwa laporan dugaan korupsi yang melibatkan dirinya itu sebagai 'lucu-lucuan' menjelang pemungutan suara di putaran kedua Pilkada saja.

Hal ini diungkap Anies usai menunaikan shalat jumat di Masjid Al-Mughni, Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (10/3/2017)

Anies mengatakan, "Kalau saya lihat ini lucu-lucuan Pilkada saja. Selalu ada yang meriah-meriah seperti ini. Harap bersabar ini ujian."

Ditambahkan Anies, jika kegiatan pemeran buku frankfurt tersebut bermasalah seharusnya ‎Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah melakukan identifikasi jauh-jauh hari sebelumnya.

"Biarkan yang melaporkan saja yang menjelaskan. Kalau anggaran lihat di laporan BPK, karena kita hanya melihat ukurannya aja, bukan lihat kegiatan. Kalau dugaan korupsi bukan dari ukuran, tapi dari mana letak korupsinya. Yang melaporkan mesti jelaskan dimana letak masalahnya," terang Anies.

Anies menambahkan, ia tidak mau ambil pusing terkait telah dilaporkannya dugaan penyimpanan penggunaan dana di pameran buku Frankfurt 2015 tersebut ke KPK.

Post A Comment: