Sandra Ariestiawati
“Dosa memang mempunyai banyak cara, tetapi dusta adalah sebuah kantong besar yang berisi semua macam dosa.” – Oliver Wendel

Kata hoax berasal dari “hocus pocus” yang aslinya adalah bahasa Latin “hoc est corpus,” artinya “ini adalah tubuh.” Kata ini biasa digunakan penyihir untuk mengklaim bahwa sesuatu adalah benar, padahal belum tentu benar.

Hoax banyak beredar di email, milis, BBM, dan lainnya. Tujuan hoax awalnya sekadar iseng atau lelucon. Kadang pembuat hoax mengirim berita bohong kepada orang-orang dekatnya tanpa niat untuk menyebarkan ke masyarakat luas. Namun sebagian penerima tidak menyadarinya sehingga hoax ini tersebar luas.

Larangan berbohong telah tertulis di sepuluh hukum Tuhan (Kel. 20:16). Tuhan sangat membenci lidah dusta (Amsal 6:17). Semua pendusta akan mendapatkan bagian mereka di dalam lautan api dan belerang (Why. 21:8)

Umumnya hoax memiliki ciri-ciri seperti berikut:
  • Lihat apakah ada kalimat seperti ini: "Kirimkan ini ke setiap orang yang Anda kenal?" Semakin mendesak permintaannya, semakin mencurigakan pesan tersebut.
  • Perhatikan bahasanya yang terlalu berempati, begitu jg penggunaan huruf besar yang banyak dan kumpulan tanda seru (!!!)
  • Jika isi pesan ingin memberikan info yang sangat penting yangg pernah belum Anda dengar sebelumnya atau membacanya di media resmi, lebih baik curiga.
  • Baca dengan hati-hati dan berpikir kritis, lihat ketidakkonsistenan yang logis, bertentangan dengan akal sehat dan klaim palsu yang menyolok.
  • Periksa sumber dari luar. Hoax biasanya tidak menyebutkan kenyataan yang dapat dibuktikan, terhubung ke website dengan info yang menguatkan.
  • Pesan berantai yang Anda terima (seperti: pesan yang di-forward berulang kali sebelum sampai ke Anda) lebih cenderung palsu.
  • Pembuat hoax biasanya mencoba segala cara untuk membuat dusta mereka dapat dipercaya, contoh: menghubungkannya dengan sumber ‘resmi' (padahal tidak ada sumber yang pasti atau justifikasi).

Kita cenderung untuk menyamakan fakta dengan kebenaran, padahal kita tahu seringkali fakta bisa diatur atau direkayasa untuk menjadi “kebenaran”.

Tidaklah mengejutkan kalau memutarbalikkan kebenaran masih tetap menjadi metode utama Setan dalam sistem operasinya sampai hari ini.

Ketidakbenaran adalah bahasa umum dalam sistem dunia sekarang ini. Yakobus memperingati kita untuk tidak bersahabat dengan dunia karena bisa merusak hubungan kita dengan Tuhan.

"Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah." (Yakobus 4:4)

Semoga kita lebih bijaksana menyikapi semua berita yang beredar di sosial media. Mintalah hikmat kepada Tuhan untuk memahami berita sebelum kita turut menyebarkannya.


Sandra Ariestiawati
Wiraswasta dan inisiator gerakan "End Polio Now"

===============================
KacaKita adalah akronim dari Kiriman pembaca untuk kita. Merupakan rubrik surat pembaca, wadah bagi pembaca media PilKita untuk memberikan artikel bebas, tanggapan, saran, ajakan, keluhan, ucapan terima kasih, dan lainnya. Kirimkan artikel anda ke:


===============================

Post A Comment: