Sandiaga Uno dan Andreas Tjahyadi dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Rabu (8/3/2017).
Sandiaga Uno, calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga.

PILKITA, Jakarta - Sandiaga Uno, calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga dilaporkan Edward Soeryadjaya ke polisi terkait tuduhan tindak pidana penggelapan.

Edward Soeryadjaya yang merupakan Ketua Dewan Direksi Ortus Holdings, juga melaporkan Andreas Tjahyadi rekan bisnis Sandiaga.

Saat dimintai keterangan, kuasa hukum dari Edward Soeryadjaya, Fransiska Kumalawati Susilo, menerangkan bahwa Sandiaga dan Andreas diduga melakukan penggelapan dalam penjualan sebidang tanah di Jalan Raya Curug, Tangerang Selatan, Banten, pada tahun 2012.

Fransiska menambahkan, pihaknya sudah berupaya menyelesaikan masalah ini dengan jalan kekeluargaan bersama Sandiaga dan Andreas sejak Januari 2016. Namun, Sandiaga dan Andreas tidak menanggapi dengan baik terhadap upaya penyelesaian masalah tersebut.

Fransiska menjelaskan, "Penggelapan tanah kurang lebih satu hektar terletak di Jalan Raya Curug," saat dikonfirmasi, Senin (13/3/2017).

"Terakhir saya coba hubungi Sandiaga lewat WhatsApp tapi tidak dibalas. Kalau Andreas saya sudah lama tidak komunikasi," ujar Fransiska.

Sandiaga Uno dan Andreas Tjahyadi dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Rabu (8/3/2017). Laporan tersebut diterima dengan nomor 1151/III/2017/PMJ/Dit.Reskrimum. Mereka berdua dilaporkan telah melanggar Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menjelaskan, Kepolisian akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui ada tidaknya tindak pidana terkait pelaporan tersebut.

Argo mengatakan, "Laporan kami terima dan akan kami tindak lanjuti."

Post A Comment: