empat orang yang tewas dalam serangan teror pembunuhan yang terjadi di dekat gedung parlemen Inggris di Kota London
Mobil pelaku teror pembunuhan di depan Gedung Parlemen Inggris di Kota London

PILKITA, London - Sudah empat orang yang tewas dalam serangan teror pembunuhan yang terjadi di dekat gedung parlemen Inggris di Kota London, jumlah ini akan terus bertambah mengingat dampak dari teror tersebut, Rabu (22/3/2017).

Seorang polisi dan tiga warga sipil tewas dan lebih 50 orang menderita luka karena teror pembunuhan yang terjadi di jantung kota London itu.

Teror pembunuhan  tersebut terjadi tepat satu tahun sesudah serangan bom bunuh diri anggota ISIS di Brussels, Ibukota Belgia (22/3/2016). Pada serangan bom tersebut, tercatat 34 orang tewas.

Pejabat senior AntiTeror Inggris, Mark Rowley, mengatakan, "Tiga warga sipil tewas, sementara satu polisi pun menjadi korban. Lalu ada 40-an yang terluka."

Dalam serangan teror pembunuhan di London, diketahui seorang pria melintas di jalur pejalan kaki di depan gedung parlemen, dan lalu menikam seorang polisi sebelum menembak mati polisi tersebut.

Teror pembunuhan ini terjadi di dekat ikon Inggris Big Ben, di sekitar Jembatan Westminster. Lalu para turis yang ada di areal wisata itu pun mengalihkan pandangannya ke lokasi penyerangan.

Rowney mengatakan, mobil pelaku pembunuhan itu masuk ke jalur pejalan kaki di Jembatan Westminster, sebelum menabrakkannya ke pagar gedung parlemen. Korban sipil yang tewas adalah mereka yang berada di sekitar Jembatan Westminster.

Gedung perlemen terpaksa ditutup selama beberapa jam, dan para wakil rakyat dipindahkan ke dekat Westminster Abbey dan kantor pusat Kepolisian Metro London.

Ambulan berdatangan membawa korban cidera dan tewas, sementara polisi pun mengepung area di sekitar lokasi dalam radius yang luas.

Sementara itu, wisatawan di London Eye (Millennium Wheel) setinggi 135 meter pun terjebak selama lebih dari satu jam saat kejadian.

Perdana Menteri Theresa May menggambarkan pelaku serangan itu sebagai "sakit dan rusak." Theresa mengatakan upaya untuk meneror Parlemen melalui teror pembunuhan ini sebagai teror yang "ditakdirkan untuk gagal."

Post A Comment: