UAE juga telah membeli pesawat jenis CN235 dari PT Dirgantara Indonesia (Persero)
Antasena tank boat produksi Pindad yang banyak diminati negara-negara di dunia.

PILKITA, Jakarta - Uni Emirat Arab (UEA) telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Pindad (Persero) terkait kesediaan negaranya untuk membeli beberapa senjata dan alat perang produk PT Pindad.

Produk industri pertahanan buatan Pindad ini kembali dilirik peminat banyak negara. Selain senjata dan pesawat, kini mereka mulai memesan kendaraan tempur atas air atau kapal boat yang banyak diminati negara lain.

UEA menjadi salah satu negara yang membeli produk-produk karya anak bangsa Indonesia. Setelah sebelumnya, UAE juga telah membeli pesawat jenis CN235 dari PT Dirgantara Indonesia (Persero).

UEA adalah langganan tetap Indonesia untuk produk industri alat perang, demikian diungkap oleh Deputi Bidang Industri Pertambangan, Industri Strategis dan media Kementerian BUMN‎ Fajar Harry Sampurno‎, Jumat (10/3/2017).

Harry juga mengatakan, MoU Pindad dengan pihak EUA sudah ditandatangani, selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan pembicaraan tingkat teknis, apasaja spesifikasi yang dibutuhkan oleh UEA.

Ditambahkan Harry, rencananya UAE ingin melakukan tukar tambah CN235 dengan versi yang terbaru. Ini menjadikan bukti bahwa kualitas produk dalam negeri tidak perlu diragukan lagi.

"Dengan dasar MOU itu sedang dikaji produk yang pas apakah SS2 versi apa saja. Kalau tank boat, seperti apa kebutuhan UAE," terang Harry.

Sebelumnya, dalam Indo Defence 2016, Pindad memperkenalkan produk terbarunya berupa tank boat yang dinamakan Antasena. Nama ini diberikan langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.


Tank boat Antasena Pindad pertama di dunia

Sementara itu, Direktur Komersial Pindad Widjajanto mengatakan, tank boat "Antasena"produksi Pindad merupakan pertama yang diproduksi di dunia.

Seperti diketahui, penamaan "Antasena" berasal dari mitologi pewayangan yang menjadi ciri khas Indonesia.

Harry menerangkan, "Ini kapal yang pertama, belum pernah ada di dunia. Kalau nama Antasena dari mitologi wayang, Gatot Kaca di udara, Antareja yang nembus bumi, Antasena yang di air."

Kapal ini memiliki panjang 18 m dan bisa beroperasi di perairan dangkal 90 cm hingga perairan laut dalam. Kapal ini sangat cocok dengan kondisi geografis Indonesia yang punya banyak perairan.

"Kapal ini bisa dioperasikan di danau, sungai, rawa dan perairan dangkal lainnya karena menggunakan teknologi water jet, bukan menggunakan baling-baling," ujar Harry.

Post A Comment: