Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan mengutuk pelaku bom yang menimbulkan korban jiwa terjadi di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu malam, 24 Mei 2017.
Terminal Kampung Melayu, tempat terjadinya bom bunuh diri, di Jakarta 23 Mei 2017.
PILKITA, Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan mengutuk pelaku bom yang menimbulkan korban jiwa terjadi di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu malam, 24 Mei 2017.

"PBNU mengutuk keras dan mengecam segala tindakan kekerasan dan terorisme, apa pun motifnya," ujar Ketua Umum PB NU, KH Said Aqil Siroj, di Kantor PB NU, Jakarta, Kamis.

Atas nama PBNU, dia juga menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang dialami.

Selanjutnya PBNU mendukung langkah-langkah aparat keamanan untuk mengusut tuntas motif, pola, serta gerakan yang memicu terjadinya peristiwa tersebut.

"Kita mendukung aparat keamanan, salah satunya dengan cara tidak ikut-ikutan menyebarkan isu, gambar korban, dan juga berita yang belum terverifikasi kebenarannya terkait peristiwa ini," ungkapnya.

Di sisi lain, PB NU meminta semua pihak untuk menghentikan segala spekulasi yang bisa memperkeruh peristiwa ini dan mempercayakan penanganan sepenuhnya kepada aparat keamanan.

PBNU mengajak seluruh warga Indonesia untuk bersatu padu menahan diri, tidak terprovokasi serta terus menggalang solidaritas kemanusiaan sekaligus menolak segala bentuk kekerasan.

"Jika mendapati peristiwa sekecil apa pun yang menjurus pada radikalisme dan terorisme segera laporkan ke aparat keamanan," kata dia.

Ia mengatakan gerakan radikalisme sudah sedemikian merajalela sehingga diperlukan penanganan khusus yang intensif dari pelbagai pihak, terutama aparat keamanan.

"Nahdlatul Ulama mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas serta cepat terkait penanganan dan isu radikalisme. Langkah ini harus ditempuh sebagai bagian penting dari upaya implementasi dan kewajiban negara untuk menjamin keamanan hidup warganya," kata dia.

Post A Comment: