Syarkawi menambahkan, KPPU besera Satuan Tugas Pangan Polri akan mengambil tindakan hukum jika terjadi kenaikan harga daging yang signifikan di tengah kondisi surplus
Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Muhammad Syarkawi Rauf.
PILKITA, Jakarta - Seharusnya tidak akan ada kenaikan harga daging sapi yang signifikan menjelang Ramadhan karena kondisi pasokan daging yang surplus, demikian disampaikan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Muhammad Syarkawi Rauf

Hal ini disampaikan Syarkawi melalui siaran pers, hari Sabtu, 20 Mei 2017.

"Kondisi surplus daging sapi membuat tidak ada justifikasi bagi para pelaku usaha untuk mengeksploitasi konsumen daging sapi dengan harga tinggi," demikian rilis yang diterima redaksi.

Syarkawi menambahkan, KPPU besera Satuan Tugas Pangan Polri akan mengambil tindakan hukum jika terjadi kenaikan harga daging yang signifikan di tengah kondisi surplus.

KPPU dan Satgas Pangan Polri akan mengambil tindakan tegas terhadap kartel pangan baik dari sisi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 Persaingan Usaha maupun pidana.

KPPU melakukan inspeksi mendadak di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Ciroyom, Bandung, pada  Jumat (19/5) malam.

Dalam inspeksi tersebut didampingi sejumlah pejabat Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Balai Veteriner Subang dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bandung.

Syarkawi mengatakan kondisi pasokan daging sapi saat ini surplus. Menurut data Kementerian Pertanian, stok daging sapi eks-impor per 18 Mei 2017 sebanyak 70.518 ton.

Dengan rincian sapi siap potong sebanyak 116.417 ekor atau setara 23.167 ton, daging sapi eks-impor 12.025 ton dan daging kerbau eks-impor Bulog 25.326 ton.

Sedangkan prognosa sapi lokal siap potong yang dapat diakses hingga Juni 2017 sebanyak 356.620 ekor atau setara dengan 62.400 ton.

Syarkawi menerangkan, berdasarkan ketersediaan tersebut, prognosa kebutuhan daging Mei hingga Juni 106.407 ton dapat terpenuhi, bahkan surplus 26.511 ton.

Post A Comment: