Pilkita. Indonesia lolos ke babak semifinal setelah mengalahkan Kamboja 2-0.Febri Hariyadi mencetak gol melawan Kamboja dalam pertandingan grup B di SEA Games Kuala Lumpur 2017
Timnas U-22 merayakannya kemenganan setelah Febri Hariyadi mencetak gol melawan Kamboja dalam pertandingan grup B di SEA Games Kuala Lumpur 2017 di Stadion Shah Alam, Selangor, Malaysia, Kamis (24/8). Indonesia lolos ke babak semifinal setelah mengalahkan Kamboja 2-0.

PILKITA.com
- Tim Nasional sepakbola Indonesia Under-22 (Timnas U-22) telah maju ke semifinal SEA Games Kuala Lumpur 2017 setelah mengalahkan Kamboja dengan skor telak 2-0 pada Kamis (24/9).

Kemenangan tersebut telah mendorong optimisme Tim Garuda dalam menghadapi tim tuan rumah, Malaysia, yang saat ini memimpin Grup A, Sabtu (26/8).

Indonesia juga akan maju ke semifinal di Grup B bersama pemimpin grup Thailand. Pada pertandingan Kamis, Thailand mengalahkan Vietnam 3-0.

Sementara itu, Thailand akan menghadapi runner-up Myanmar di semifinal Grup A.

Pertandingan melawan Malaysia akan memberi Indonesia kesempatan untuk membayar kembali setelah kerugiannya pada pertandingan sebelumnya di kualifikasi Kejuaraan AFC U-23, 2018 pada pertengahan Juli. Indonesia dikalahkan 0-3 oleh Malaysia. Sebelum itu, Malaysia juga mengalahkan Indonesia di babak final SEA Games 2011 di Jakarta.

Pelatih Tim Nasional Indonesia Luis Milla mengatakan bahwa dia telah meminta anggota tim Indonesia untuk menikmati pertandingan mereka melawan Malaysia, yang dia prediksi akan menjadi tegang. "Beri saja pendukungmu dan semua hiburan Indonesia dan permainan yang hebat. Itu saja, "kata pelatih asal Spanyol itu.

Pemain Indonesia harus berhati-hati agar tidak diatasi dengan euforia karena keberhasilannya maju ke semifinal. Setelah istirahat sejenak pada hari Jumat, tim harus menghadapi tim tuan rumah pada hari Sabtu.

Para pendukung Malaysia diharapkan bisa memberikan dukungan kuat bagi pemain kesayangan mereka di laga kandang. Meski begitu, Indonesia juga memiliki sejumlah besar pendukung di Kuala Lumpur.


TimNas U-22 menguasai pertandingan

Selama pertandingan melawan Kamboja, Hansamu Yama dan rekan setimnya mendominasi lapangan dan mendorong lawan mereka. Sulit bagi tim Garuda untuk menembus pertahanan solid tim Kamboja selama babak pertama.

Bencana datang untuk tim Kamboja setelah bek, Choum Pisa, diberi kartu kuning keduanya dan harus meninggalkan lapangan selama injury time babak pertama. Tim Kamboja tertinggal hanya dengan 10 pemain, sehingga meningkatkan peluang Indonesia untuk memenangkan pertandingan.

Saat babak kedua dimulai, Indonesia mengganti gelandang serang Osvaldo Ardiles Haay dengan Febri Hariyadi. Pada menit ke-53, Indonesia meningkatkan tekanannya pada Kamboja dengan mengganti bek Ricky Fajrin Saputra dengan pemain depan Ezra Harm Ruud Walian. Penggantian itu terbukti strategi bagus, karena tidak lebih dari tiga menit kemudian, Ezra mencetak gol pertamanya di SEA Games.

Dominasi Indonesia dipadatkan saat Febri mencetak gol kedua Garuda dari tembakan panjang di menit ke-69.


Kericuhan di akhir pertandingan

Namun disayangkan, prestasi heroik Garuda tercoreng oleh provokasi Marinir Maryanto Wanewar terhadap pemain Kamboja di akhir pertandingan. Dalam pertandingan tegang, pelanggaran sederhana di babak kedua injury time memicu pertengkaran antar pemain. Pejabat Kamboja juga diprovokasi oleh tindakan Marinus yang tidak benar.

Milla mengatakan bahwa dia menyesali perilaku yang tidak sportif itu. "Saya mohon maaf atas apa yang Martinus lakukan di akhir pertandingan. Saya sedih dengan apa yang dia lakukan. Pemain tim nasional harus bisa memberi citra bagus bagi negaranya, "katanya.

Pelatih Kamboja Vasconcellos Andrade Vitorino juga menyesalkan tindakan Marinus, yang menurutnya memicu keributan di akhir pertandingan. Dia mengatakan bahwa Indonesia harus mendisiplinkan dan mendidik Marinus agar tidak menunjukkan perilaku yang tidak semestinya.

Selain kejadian ini, bagaimanapun, Vitorino memuji tim Indonesia karena bermain bagus dan mendapat tekanan dari kedua sisi lapangan. Dia menambahkan bahwa pengalaman menghadapi Indonesia akan bermanfaat bagi Kamboja di masa depan.

Post A Comment: