Neraca perdagangan Indonesia Oktober surplus sebesar 0,90 miliar dolar surplus ekspor nonmigas sebesar 1,69 miliar dolar diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS)
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto.

Jakarta, PILKITA - Neraca perdagangan Indonesia pada Oktober mengalami surplus sebesar 0,90 miliar dollar didorong oleh surplus ekspor nonmigas sebesar 1,69 miliar dollar, demikian diumumkan Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di  Badan Pusat Statistik (BPS), pada hari Rabu (15/11).

Namun defisit neraca perdagangan minyak dan gas sebesar 0,79 miliar dollar, mengurangi surplus perdagangan Oktober tahun ini.

Namun, surplus perdagangan Oktober tahun ini terkoreksi oleh defisit neraca perdagangan sektor migas Oktober 2017, yang besarnya 0,79 miliar dollar AS dan defisit volumenya 0,68 juta ton.

"Surplus neraca perdagangan berasal dari surplus sektor nonmigas, sementara sektor migas masih defisit," ungkap Suhariyanto.

Suhariyanto mengatakan bahwa tahun depan tren ekspor masih akan ditunjang oleh sektor industri pengolahan. Menurutnya, industri ini menjanjikan untuk dijadikan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi.

Menurut Suhariyanto, ada banyak hal yang perlu dibenahi dari sisi perizinan hingga sumber daya manusianya, dan peluang pengembangan di dalam negeri itu masih ada.

Nilai impor sektor migas baik jenis minyak mentah, hasil minyak, dan gas, mengalami kenaikkan, dengan masing-masing kenaikan 51,98 persen, 32,32 persen, 76,12 persen. Persentase impor migas total sepanjang Januari-Oktober 2017, mencapai 42,67 persen.

Dari sisi volume perdagangan, neraca volume perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar 35,56 juta ton pada Oktober 2017. Ini didorong surplus neraca sektor nonmigas sebesar 36,24 juta ton, namun neraca sektor migas defisit 0,68 juta ton.

Secara kumulatif bulan Januari-Oktober 2017, surplus neraca perdagangan tercatat sebesar 11,78 miliar dollar AS. Rinciannya adalah ekspor sebesar 138,46 miliar dollar AS dan impor 126,68 miliar dollar AS.

Menurut data BPS, pada Oktober 2017 ekspor tercatat sebesar 15,09 miliar dollar AS atau naik 3,62 persen dibanding ekspor September, hal ini dipicu oleh kenaikan ekspor nonmigas.

Sementara impor sebesar 14,19 miliar dollar AS. Ekspor pada Oktober 2017 didominasi sektor nonmigas yang menyumbang 90,64 persen.

Ekspor nonmigas pada Oktober mencapai 13,67 miliar dolar, naik 4,22 persen dari 13,12 miliar dolar pada September. Bila dibanding dengan Oktober 2016, ekspor tahun ini naik 18,39 persen.

Komoditi yang mengalami peningkatan ekspor terbesar pada Oktober terhadap September adalah bijih, kerak dan abu logam sebesar 120,1 juta dolar atau 34,56 persen.

Dengan perkembangan ini, nilai ekspor Indonesia Januari–Oktober 2017 secara kumulatif mencapai 138,46 miliar dolar atau meningkat 17,49 persen, dibandingkan Januari – Oktober 2016.

Post A Comment: